وَرَوَى وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِىِّ عَمَّنْ سَمِعَ مُجَاهِدًا يَقُولُ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّى أَتَصَدَّقُ بِالصَّدَقَةِ فَأَلْتَمِسُ بِهَا وَجْهَ اللَّهِ تَعَالَى وَأُحِبُّ أَنْ يُقَالَ لِى خَيْرٌ . فَنَزَلَتْ هَذِه الْآيَةُ {فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ} يَعْنِى مَنْ خَافَ الْمَقَامَ بَيْنَ يَدَىِ اللهِ تَعَالَى . وَيُقَالُ مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ اللهِ {فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا} يَعْنِى خَالِصًا {وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} (الكهف : ١١٠) .
Imam Waki’ meriwayatkan dari Imam Sufyan Ats Tsauri, dari seseorang yang pernah mendengar dari Imam Mujahid, beliau kata : “Seseorang menghadap kepada Nabi SAW dan berkata : “Ya Rasulallah, aku bersedekah karena Allah, tetapi aku juga senang jika disebut orang baik (dipuji). Lalu turunlah ayat :
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ
{Barangsiapa yang mengharap berjumpa dengan Tuhannya} maksudnya adalah orang yang takut kepada Allah SWT. Ulama lain mengartikan {Barangsiapa yang menghendaki pahala dari Allah}
فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا
{maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh} maksudnya dengan ikhlas,
وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
{dan janganlah menyekutukan Allah dengan apapun dalam ibadahnya} (Al-Kahfi 110)
(Tanbihul Ghofilin bab Ikhlas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar