Sabtu, 28 Juni 2025

3 Tingkatan Ikhlas

 (قوله إخلاص العمل) اعلم إن الإخلاص له ثلاث درجات .

الأولى أن تعبد الله أو تعمل شيئا لا طمعا فى الثواب ولاهربا من العقاب . بل لكونه إلهك وأنت عبده . وهذا أعلاها .
والثانية أن تعبده أو تعمل بطاعته طلبا للثواب وخوفا من العقاب ، أو طمعا فى الجنة وخوفا من النار . وهى الوسطى .
الثالثة أن تعبده لتتشرف بعبادته ، وتنسب إليه تعالى فيقال هذا عابد وصالح . أو تعمل لتحصيل الدنيا . كما إذا قرأت سورة الواقعة للغنى ونحوها. وهو أدناها . فإذا عملت للريآء والسمعة كان حراما عليك لفقد الإخلاص .

شيخ نووى البنتنى
نور الظلام شرح عقيدة العوام ص ١٧٣

(Pernyataan Beliau -penyusun kitab Aqidatul Awam- : "Keikhlasan dalam melakukan amal ibadah") Ketahuilah bahwa keikhlasan memiliki tiga tingkatan.

Yang pertama adalah Anda menyembah Alloh atau melakukan amal ibadah bukan karena mengharapkan pahala atau untuk menghindari adzab, melainkan karena Dia adalah Tuhan Anda dan Anda adalah hamba-Nya. Ini adalah tingkatan yang tertinggi.

Yang kedua adalah Anda menyembah kepada Alloh atau melakukan amal ketaatan kepada-Nya karena mengharapkan pahala dan takut akan siksa. Atau karena mengharap surga dan takut akan api neraka. Ini adalah tingkatan menengah.

Yang ketiga adalah Anda menyembah kepada Alloh agar menjadi mulia dan agar dekat dengan-Nya. Sehingga Anda dijuluki sebagai ahli ibadah dan sholih.
Atau anda melakukan amal ibadah untuk mendapatkan harta dunia, seperti membaca Surat Al-Waqi'ah agar kaya. Atau yang semisalnya. Ini adalah tingkatan yang paling rendah.

Akan tetapi, jika Anda melakukan amal ibadah itu untuk pamer dan mendapatkan ketenaran, maka itu haram. Karena tidak ikhlas.

Kamis, 26 Juni 2025

Beribadah Tapi Senang Dipuji.....🤭

وَرَوَى وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِىِّ عَمَّنْ سَمِعَ مُجَاهِدًا يَقُولُ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّى أَتَصَدَّقُ بِالصَّدَقَةِ فَأَلْتَمِسُ بِهَا وَجْهَ اللَّهِ تَعَالَى وَأُحِبُّ أَنْ يُقَالَ لِى خَيْرٌ . فَنَزَلَتْ هَذِه الْآيَةُ {فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ} يَعْنِى مَنْ خَافَ الْمَقَامَ بَيْنَ يَدَىِ اللهِ تَعَالَى . وَيُقَالُ مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ اللهِ {فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا} يَعْنِى خَالِصًا {وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} (الكهف : ١١٠) .

Imam Waki’ meriwayatkan dari Imam Sufyan Ats Tsauri, dari seseorang yang pernah mendengar dari Imam Mujahid, beliau kata : “Seseorang menghadap kepada Nabi SAW dan berkata : “Ya Rasulallah, aku bersedekah karena Allah, tetapi aku juga senang jika disebut orang baik (dipuji). Lalu turunlah ayat :

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ

{Barangsiapa yang mengharap  berjumpa dengan Tuhannya} maksudnya adalah orang yang takut kepada Allah SWT. Ulama lain mengartikan {Barangsiapa yang menghendaki pahala dari Allah}

فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا

{maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh} maksudnya dengan ikhlas, 

وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

{dan janganlah menyekutukan Allah dengan apapun dalam ibadahnya} (Al-Kahfi 110)

(Tanbihul Ghofilin bab Ikhlas)

Sabtu, 21 Juni 2025

Dengan Siapa Aku Akan Menikah.....???🤔

جاء رجل إلى الحسن البصري رحمه الله فقال: إن لي بنتًا أحبها، وقد خطبها غير واحد، فمن تشير عليَّ أن أزوِّجها؟ قال: "زوِّجها رجلًا يتقي الله، فإنه إن أحبها أكرمها، وإن أبغضها لم يظلمها"؛ 

Seorang laki-laki datang kepada Al-Hasan Al-Basri dan berkata : Aku memiliki seorang putri yang sangat kucintai, dan telah dilamar oleh lebih dari satu lelaki. Dengan siapa engkau menyarankanku untuk menikahkannya ? Ia berkata : “Nikahkanlah dia dengan seorang lelaki yang takut kepada Allah, karena jika ia mencintainya, ia akan memuliakannya, dan jika ia membencinya, ia tidak akan menzaliminya.”

[شرح السنة للبغوي، ج: ٩، ص: ١١]

Contoh Perilaku yang Merusak Amal

1.  Riya :  Melakukan kebaikan bukan karena Allah, melainkan untuk mendapatkan pujian atau perhatian dari orang lain.  2. Ujub :  Merasa ka...